EGOISME INTELEKTUAL — huh.. selalu aja ada..
April 22nd, 2007 by fransisca-mingz"Egoisme intelektual itulah yang pada akhirnya menjadi kunci yang mampu menggerakkan seseorang pada kenyataan hidup dengan dua pribadi"
Satu kalimat dari Habit Profesional by Martha Sinaga itu cukup bikin gua tercengang.. ternyata,, selama ini, gua rasa gua juga deket ama yang namanya egoisme intelektual,, hmm,, bukan sebagai penganut.. tapi lebih tepatnya, sebagai korban.. Ya,, korban egoisme intelektual..
Egoisme intelektual.. apa arti sebenernya dari kedua kata itu? sapa sebenernya para "penganut" egoisme intelektual? n kenapa mereka sering menggunakan keegoisan intelektual mereka??
Kalo yang gua tangkep dari buku Habit Profesional ituh,, egoisme intelektual seringkali ditemui pada diri para profesional-profesional muda.. yaa, orang yang bisa dibilang udah cukup ato bahkan udah sangat berhasil di bidang kariernya masing2,, tapi dalam usia yang relatif masih muda..
Egoisme intelektual muncul karena mereka dihadapkan pada situasi yang menuntut mereka untuk bisa bersikap profesional, tapi kadang yang terjadi tu mereka justru merasa harus menjaga image, tampil dengan sempurna di depan semua orang, yang kadang ngebawa mereka kepada ketidakjujuran atas perasaan..
Disini yang gua ga bisa ngerti.. kenapa para "profesional" itu selalu mencoba untuk ja-im, bahkan kadang sama perasaan mereka sendiri.. aneh tapi nyata..
Kalo menurut gua, menjadi seseorang yang profesional itu bukan berarti dia harus mengkamuflasekan kehidupan pribadinya (termasuk didalamnya apa yang dia rasakan) di hadapan orang banyak.. Justru yang penting adalah, gimana dia bisa me-manage dan menempatkan dirinya, kapan dan bagaimana dia harus bertindak dan berpikir secara profesional, serta kapan dan bagaimana dia harus bertindak dan berpikir secara personal.. tentunya dengan rasionalitas dan kepekaan perasaannya..
Hmmm, mungkin gua memang belum berada di posisi "profesional" itu,, sehingga gua juga belum bisa mengalami dan merasakan secara langsung semuanya itu..
Hanya saja, beberapa hal yang sangat gua pertanyakan :
** Kenapa sih kita harus ga jujur sama perasaan kita sendiri,,
** Kenapa kita harus hidup dalam kebohongan atas nama perasaan,,
** Dan kenapa kita tidak menempatkan diri kita sebagai seorang pribadi yang menggunakan keprofesionalitasan kita untuk mampu membedakan mana yang sifatnya personal dan mana yang sifatnya profesional..
DAN gua harap, ada alesan yang cukup kuat untuk menjawab pertanyaan itu,, suatu saat nanti…
GOD Bless U olwezz….