1 lagih artikel keren buanggeettt (menurut gua).. (dari bull-board)
Pribadi adalah hadiah yang terbungkus,
Yang
dikirimkan Tuhan kepadaku.
Ada yang terbungkus indah;
Mereka sangat mempesona, bahkan sewaktu
aku pertama kali melihatnya.
Ada yang terbungkus dengan kertas biasa,
Yang lain sudah rusak dalam
pengiriman,
Kadang-kadang ada kiriman
istimewa.
Beberapa hadiah sampai kepadaku dengan
bungkus longgar,
Yang lain
datang dalam keadaan terbungkus rapat.
Tetapi bungkus bukanlah hadiah.
Dan betapa sering kita terkecoh.
Dan lucu bila
anak kecil yang keliru.
Kadang-kadang hadiah itu sangat mudah
dibuka,
kadang-kadang kubutuhkan
orang lain untuk membukanya.
Apakah karena mereka takut terluka ?
Mungkinkah mereka pernah dibuka dan
dibuang ?
Atau mungkin hadiah itu bukan untukku ?
Aku adalah pribadi,
Maka aku juga merupakan hadiah
Pertama,
hadiah untuk diriku sendiri.
Pernahkah aku sungguh melihat isi bungkusan
itu ?
Atau takutkah aku melihatnya ?
Mungkin aku belum pernah menyadari bahwa
diriku adalah hadiah yang
begitu indah.
Mungkinkah ada sesuatu yang lain yang ada
dalam bungkusan itu,
Yang
tidak pernah kusangka ?
Bisa jadi aku belum pernah tahu,
Bahwa diriku
adalah hadiah ajaib.
Dapatkah pemberian Tuhan itu tidak indah ?
Kalau aku mencintai hadiah dari mereka yang
aku cintai,
Mengapa aku
tidak mencintai hadiah dari Tuhan, yang begitu
mencintai aku?
"Setiap pribadi adalah hadiah buatku ."
Saat ini,,
pribadi yang ada di hadapanku pun adalah
hadiah buatku .
yang aku sendiri belum tahu banyak tentang
hadiah itu .
mungkin karena aku belum membuka seluruh
hadiah itu .
walaupun ia terbungkus longgar, sehingga
seharusnya banyak orang yang
bisa membukanya.
tetapi .
ternyata tidak semua orang bisa membukanya
.
dan aku bersyukur bahwa aku boleh
membukanya barang sedikit.
sehingga aku tahu apa yang ada di dalamnya .
sesuatu yang memberikan satu realita bagi
diriku akan satu pribadi
dengan segala apa yang dimilikinya .
pribadi yang mungkin tidak seperti bayanganku
sebelumnya,
tapi pribadi
itu mulai membuatku makin mengerti dan
memahami bagaimana aku harus
menerima pribadi-pribadi lain apa adanya .
bukan seperti yang aku inginkan dan harapkan
.
tapi pribadi yang ada seperti adanya mereka .
Kalau aku mencintai hadiah dari mereka yang
aku cintai, Mengapa aku
tidak mencintai hadiah dari Tuhan, yang begitu
mencintai aku?
by : unknown…
October 19th, 2006 at 8:53 am
yes..BIG yes…
this articel hit my heart n open my mind…
thanx